DPD REI Lampung, Kamis (29/9) mendatang, menggelar musyawarah daerah (musda). Agenda musda yang berlangsung di Hotel Novotel, Lampung, ini salah satunya untuk memilih ketua REI Lampung periode 2011-2014. Tiga kandidat mengajukan diri untuk menjadi calon ketua organisasi yang mewadahi pengusaha properti ini.
Mereka adalah Tata Indra, Sri Handayani, dan Marsudhi. Dalam pemaparan visi dan misi, Sabtu (24/9) di Hotel Amalia, ketiganya memiliki berbagai program kerja untuk memajukan REI Lampung. Ketiga kandidat juga sepakat akan memajukan industri properti di Lampung.
Tata Indra misalnya, meski tergolong baru terjun di dunia properti, telah memiliki cukup pengalaman di bisnis ini. Terbukti pria yang berasal dari PT Garuda Nusa Persada itu telah berhasil mengembangkan perumahan Bumi Waras Permai.
’’Ketua harus dapat melakukan pendekatan ke anggota. Itulah langkah awal yang akan saya lakukan jika terpilih. Lalu melakukan konsolidasi ke instansi terkait dan juga membangun hubungan yang lebih baik untuk kelanjutan organisasi,’’ paparnya.
Dia mengatakan, hingga saat ini kendala pengembang properti adalah lahan. Untuk mendapatkan lahan yang strategis untuk bisnis ini cukup sulit. Karena itu dirinya akan mengajak mitra untuk bekerja sama menyiapkan lahan. Terutama untuk menyiapkan perumahan bagi masyarakat di provinsi ini. ’’Sebenarnya Lampung memiliki banyak lahan tidur yang belum termanfaatkan dengan baik,’’ ujarnya.
Sri Handayani, calon Ketua lain mengatakan akan memfokuskan pengembangan properti seiring dengan pemekaran yang dilakukan pemerintah daerah. Kemudian juga akan memanfaatkan proyek Jembatan Selat sunda (JSS). Sebab sesungguhnya property di Lampung ini tidak hanya fokus ke pembangunan RSS saja. Namun juga proyek yang bersegmen menengah ke atas. Sehingga segala kebutuhan akan terpenuhi.
’’Industri properti Lampung dapat disejajarkan dengan industri nasional. Kemudian juga dapat berpotensi dilirik oleh tiga provinsi tetangga. Sehingga nilai jual lebih tinggi,’’ paparnya.
Menurut mantan kepala cabang salah satu bank ini, untuk pembangunan internal REI akan difokuskan pada pengembangan anggota. Seperti pelatihan-pelatihan, sosialisasi peraturan perundangan, juga menyusun program kerja yang efektif yang dapat diterima juga terkontrol.
Ia juga akan membawa anggota REI untuk lebih aktif di kegiatan yang bersifat nasional. Sehingga daerah lain mengetahui potensi Lampung yang sebenarnya. Hal ini telah dimulai di tahun ini.
Calon lainnya, Marsudhi menyatakan akan membentuk konsorsium. Sebab untuk menangani mega proyek, tidak dapat dilakukan sendiri. ’’Arah pembangunan kita kan ke taraf nasional. Tidak dapat berdiri sendiri untuk mengerjakan mega proyek,’’ lanjutnya.
Hal tersebut dapat saja dilakukan jika beberapa pengembang bersatu. Namun tidak mengesampingkan pekerjaan utama perusahaan tersebut. Direktur PT Sumber Tirta Bumi Permai ini menegaskan, dengan adanya konsorsium, bargaining pengembang Lampung pun akan tinggi. (eka/c3/wan)
Mereka adalah Tata Indra, Sri Handayani, dan Marsudhi. Dalam pemaparan visi dan misi, Sabtu (24/9) di Hotel Amalia, ketiganya memiliki berbagai program kerja untuk memajukan REI Lampung. Ketiga kandidat juga sepakat akan memajukan industri properti di Lampung.
Tata Indra misalnya, meski tergolong baru terjun di dunia properti, telah memiliki cukup pengalaman di bisnis ini. Terbukti pria yang berasal dari PT Garuda Nusa Persada itu telah berhasil mengembangkan perumahan Bumi Waras Permai.
’’Ketua harus dapat melakukan pendekatan ke anggota. Itulah langkah awal yang akan saya lakukan jika terpilih. Lalu melakukan konsolidasi ke instansi terkait dan juga membangun hubungan yang lebih baik untuk kelanjutan organisasi,’’ paparnya.
Dia mengatakan, hingga saat ini kendala pengembang properti adalah lahan. Untuk mendapatkan lahan yang strategis untuk bisnis ini cukup sulit. Karena itu dirinya akan mengajak mitra untuk bekerja sama menyiapkan lahan. Terutama untuk menyiapkan perumahan bagi masyarakat di provinsi ini. ’’Sebenarnya Lampung memiliki banyak lahan tidur yang belum termanfaatkan dengan baik,’’ ujarnya.
Sri Handayani, calon Ketua lain mengatakan akan memfokuskan pengembangan properti seiring dengan pemekaran yang dilakukan pemerintah daerah. Kemudian juga akan memanfaatkan proyek Jembatan Selat sunda (JSS). Sebab sesungguhnya property di Lampung ini tidak hanya fokus ke pembangunan RSS saja. Namun juga proyek yang bersegmen menengah ke atas. Sehingga segala kebutuhan akan terpenuhi.
’’Industri properti Lampung dapat disejajarkan dengan industri nasional. Kemudian juga dapat berpotensi dilirik oleh tiga provinsi tetangga. Sehingga nilai jual lebih tinggi,’’ paparnya.
Menurut mantan kepala cabang salah satu bank ini, untuk pembangunan internal REI akan difokuskan pada pengembangan anggota. Seperti pelatihan-pelatihan, sosialisasi peraturan perundangan, juga menyusun program kerja yang efektif yang dapat diterima juga terkontrol.
Ia juga akan membawa anggota REI untuk lebih aktif di kegiatan yang bersifat nasional. Sehingga daerah lain mengetahui potensi Lampung yang sebenarnya. Hal ini telah dimulai di tahun ini.
Calon lainnya, Marsudhi menyatakan akan membentuk konsorsium. Sebab untuk menangani mega proyek, tidak dapat dilakukan sendiri. ’’Arah pembangunan kita kan ke taraf nasional. Tidak dapat berdiri sendiri untuk mengerjakan mega proyek,’’ lanjutnya.
Hal tersebut dapat saja dilakukan jika beberapa pengembang bersatu. Namun tidak mengesampingkan pekerjaan utama perusahaan tersebut. Direktur PT Sumber Tirta Bumi Permai ini menegaskan, dengan adanya konsorsium, bargaining pengembang Lampung pun akan tinggi. (eka/c3/wan)
sumber : radarlampung

0 komentar