KETATNYA persaingan bisnis menuntut pengusaha untuk inovatif dan kreatif. Termasuk bisnis carwash (cucian mobil). Untuk kali pertama di Lampung carwash buka 24 jam. Kini telah dibuka Precision Carwash 24 jam di Jl. Z.A. Pagar Alam SPBU Rajabasa, Bandarlampung.
Bukan sekadar tempat cuci mobil. Precision juga dilengkapi fasilitas lain. Seperti salon, refleksi, aksesori, carwash wax, dan resto-kafe. Pembukaan Precision berlangsung kemarin. Acara ditandai pemotongan tumpeng dan pelepasan balon oleh owner Precision Carwash Rizano.
Dijelaskan Rizano, Precision hadir agar dapat melayani masyarakat akan kebutuhan cuci mobil. ’’Karena saat ini sudah jarang pemilik kendaraan yang bisa meluangkan waktu untuk mencuci sendiri,” ucapnya.
Selama grand opening, Precision Carwash memberikan berbagai penawaran menarik. Di antaranya cuci mobil gratis satu hari penuh pada hari pembukaan. Pada tanggal 27, 29 September serta 3, 5, 7, dan 10 Oktober menawarkan cuci gratis bagi 50 mobil pertama yang datang ke Precision Carwash.
Selain itu, tambahnya, Precision Carwash juga menawarkan beberapa pilihan member bagi pelanggan. Ada paket member Rp500 ribu per tahun dengan fasilitas diskon 30%. Paket kedua, member Rp1 juta per tahun dengan fasilitas free 100 x cuci dan diskon 30%. Dan paket ketiga, member Rp250 ribu per bulan, dengan fasilitas cuci sepuasnya minimal 3 bulan.
’’Keunggulan lain Precision Carwash yakni kami melayani delivery service. Bagi para pemilik mobil yang sibuk dan tidak ada waktu mencuci mobilnya, kami siap menjemput dan mengantar ke tempat,” ujarnya.
Di Precision ini berbeda dengan carwash lainnya. ’’Kami kini memiliki hidrolik khusus melayani mobil built up dan ceper yang berfungsi sebagai tempat mengangkat mobil. Sehingga mobil bisa benar-benar bersih. Keunggulan alat ini, mobil diangkat langsung dari ban sehingga tidak perlu khawatir mengenai bodi mobil,” paparnya.
Alat tersebut terbilang baru. Sebab baru beberapa carwash yang memilikinya. Selain itu, untuk sampo yang digunakan mencuci mobil ramah lingkungan. ’’Sampo ini telah diuji di akuarium yang berisi ikan. Hasil yang diberikan pada mobil yang dicuci pun menjadi lebih mengilap karena mengandung wax. Sampo ini juga dapat menghilangkan jamur serta kerak yang ada di mobil Anda,” sebutnya.
Pada grand opening kemarin, selain memberikan free carwash untuk masyarakat umum, juga diadakan photo session untuk para fotografer Bandung, ladies carwash, dan doorprize. (c1/wan)
sumber : radarlampung
DPD REI Lampung, Kamis (29/9) mendatang, menggelar musyawarah daerah (musda). Agenda musda yang berlangsung di Hotel Novotel, Lampung, ini salah satunya untuk memilih ketua REI Lampung periode 2011-2014. Tiga kandidat mengajukan diri untuk menjadi calon ketua organisasi yang mewadahi pengusaha properti ini.
Mereka adalah Tata Indra, Sri Handayani, dan Marsudhi. Dalam pemaparan visi dan misi, Sabtu (24/9) di Hotel Amalia, ketiganya memiliki berbagai program kerja untuk memajukan REI Lampung. Ketiga kandidat juga sepakat akan memajukan industri properti di Lampung.
Tata Indra misalnya, meski tergolong baru terjun di dunia properti, telah memiliki cukup pengalaman di bisnis ini. Terbukti pria yang berasal dari PT Garuda Nusa Persada itu telah berhasil mengembangkan perumahan Bumi Waras Permai.
’’Ketua harus dapat melakukan pendekatan ke anggota. Itulah langkah awal yang akan saya lakukan jika terpilih. Lalu melakukan konsolidasi ke instansi terkait dan juga membangun hubungan yang lebih baik untuk kelanjutan organisasi,’’ paparnya.
Dia mengatakan, hingga saat ini kendala pengembang properti adalah lahan. Untuk mendapatkan lahan yang strategis untuk bisnis ini cukup sulit. Karena itu dirinya akan mengajak mitra untuk bekerja sama menyiapkan lahan. Terutama untuk menyiapkan perumahan bagi masyarakat di provinsi ini. ’’Sebenarnya Lampung memiliki banyak lahan tidur yang belum termanfaatkan dengan baik,’’ ujarnya.
Sri Handayani, calon Ketua lain mengatakan akan memfokuskan pengembangan properti seiring dengan pemekaran yang dilakukan pemerintah daerah. Kemudian juga akan memanfaatkan proyek Jembatan Selat sunda (JSS). Sebab sesungguhnya property di Lampung ini tidak hanya fokus ke pembangunan RSS saja. Namun juga proyek yang bersegmen menengah ke atas. Sehingga segala kebutuhan akan terpenuhi.
’’Industri properti Lampung dapat disejajarkan dengan industri nasional. Kemudian juga dapat berpotensi dilirik oleh tiga provinsi tetangga. Sehingga nilai jual lebih tinggi,’’ paparnya.
Menurut mantan kepala cabang salah satu bank ini, untuk pembangunan internal REI akan difokuskan pada pengembangan anggota. Seperti pelatihan-pelatihan, sosialisasi peraturan perundangan, juga menyusun program kerja yang efektif yang dapat diterima juga terkontrol.
Ia juga akan membawa anggota REI untuk lebih aktif di kegiatan yang bersifat nasional. Sehingga daerah lain mengetahui potensi Lampung yang sebenarnya. Hal ini telah dimulai di tahun ini.
Calon lainnya, Marsudhi menyatakan akan membentuk konsorsium. Sebab untuk menangani mega proyek, tidak dapat dilakukan sendiri. ’’Arah pembangunan kita kan ke taraf nasional. Tidak dapat berdiri sendiri untuk mengerjakan mega proyek,’’ lanjutnya.
Hal tersebut dapat saja dilakukan jika beberapa pengembang bersatu. Namun tidak mengesampingkan pekerjaan utama perusahaan tersebut. Direktur PT Sumber Tirta Bumi Permai ini menegaskan, dengan adanya konsorsium, bargaining pengembang Lampung pun akan tinggi. (eka/c3/wan)
Mereka adalah Tata Indra, Sri Handayani, dan Marsudhi. Dalam pemaparan visi dan misi, Sabtu (24/9) di Hotel Amalia, ketiganya memiliki berbagai program kerja untuk memajukan REI Lampung. Ketiga kandidat juga sepakat akan memajukan industri properti di Lampung.
Tata Indra misalnya, meski tergolong baru terjun di dunia properti, telah memiliki cukup pengalaman di bisnis ini. Terbukti pria yang berasal dari PT Garuda Nusa Persada itu telah berhasil mengembangkan perumahan Bumi Waras Permai.
’’Ketua harus dapat melakukan pendekatan ke anggota. Itulah langkah awal yang akan saya lakukan jika terpilih. Lalu melakukan konsolidasi ke instansi terkait dan juga membangun hubungan yang lebih baik untuk kelanjutan organisasi,’’ paparnya.
Dia mengatakan, hingga saat ini kendala pengembang properti adalah lahan. Untuk mendapatkan lahan yang strategis untuk bisnis ini cukup sulit. Karena itu dirinya akan mengajak mitra untuk bekerja sama menyiapkan lahan. Terutama untuk menyiapkan perumahan bagi masyarakat di provinsi ini. ’’Sebenarnya Lampung memiliki banyak lahan tidur yang belum termanfaatkan dengan baik,’’ ujarnya.
Sri Handayani, calon Ketua lain mengatakan akan memfokuskan pengembangan properti seiring dengan pemekaran yang dilakukan pemerintah daerah. Kemudian juga akan memanfaatkan proyek Jembatan Selat sunda (JSS). Sebab sesungguhnya property di Lampung ini tidak hanya fokus ke pembangunan RSS saja. Namun juga proyek yang bersegmen menengah ke atas. Sehingga segala kebutuhan akan terpenuhi.
’’Industri properti Lampung dapat disejajarkan dengan industri nasional. Kemudian juga dapat berpotensi dilirik oleh tiga provinsi tetangga. Sehingga nilai jual lebih tinggi,’’ paparnya.
Menurut mantan kepala cabang salah satu bank ini, untuk pembangunan internal REI akan difokuskan pada pengembangan anggota. Seperti pelatihan-pelatihan, sosialisasi peraturan perundangan, juga menyusun program kerja yang efektif yang dapat diterima juga terkontrol.
Ia juga akan membawa anggota REI untuk lebih aktif di kegiatan yang bersifat nasional. Sehingga daerah lain mengetahui potensi Lampung yang sebenarnya. Hal ini telah dimulai di tahun ini.
Calon lainnya, Marsudhi menyatakan akan membentuk konsorsium. Sebab untuk menangani mega proyek, tidak dapat dilakukan sendiri. ’’Arah pembangunan kita kan ke taraf nasional. Tidak dapat berdiri sendiri untuk mengerjakan mega proyek,’’ lanjutnya.
Hal tersebut dapat saja dilakukan jika beberapa pengembang bersatu. Namun tidak mengesampingkan pekerjaan utama perusahaan tersebut. Direktur PT Sumber Tirta Bumi Permai ini menegaskan, dengan adanya konsorsium, bargaining pengembang Lampung pun akan tinggi. (eka/c3/wan)
sumber : radarlampung

